20090705

Rain


Ga tau kenapa, gue dari dulu suka banget sama hujan...
Langit2 mendung yang siap2 muntahin air ke tanah....
Wangi semilirnya,
Anginnya yang kadang lembut,
kadang beringas...
Seru aja gitu...

Bawa payung keluar rumah dan liatin langitnya,
tutup mata sebentar dan hirup dalam2 wangi yang dibawa angin,
sensasi rambut gue menari2 ikutin arah anginnya...
Biasanya pasti gue langsung senyum2 sendiri,
senyum for the reason of,
it's gonna rain soon...

Hujan bener2 bikin gue ngerasa inspired...
Entah jadi pengen motret,
nulis,
atau ngelukis...

Dan suara guntur dan air hujan yang berlomba2 jatuh menghentak tanah,
man,
one of the best sound in the world...

Dulu sering gue bilang ke orang2,
satu hal yang pengen gue lakuin sebelum gue wafat tuh
main hujan pas lagi deras2nya...
I always wanted to do that...
Bener2 ngerasain air hujan yang bertubi2 jatuh ke kepala,
membasahi badan,
membasahi baju,
masuk ke mata,
masuk ke mulut,
yang uda diseka berkali2 masih aja tetap bersikeras membasahi gue...
Dan angin yang datang beriringan,
membuat gue menggigil dan terbuai...
Entah kapan baru kesampaian...

Maafkan post yang ga ada konklusi yang jelas ini,
intinya yang empunya blog lagi merasa inspired aja... hehe


Related with the topic, I present you another paint from Banksy titled "Nola", bagus ya...


Delusion of confusion

Times and times
I try to convince myself that
we are just friend
and I settle for nothing more,
yet,
nothing less...

Times and times
I try to stop myself,
this vision in my head,
the image of you kissing my lips with our eyes closed,
I got this sensation,
my heart shrink,
I want to puke

"This is not right,
this is not right..."
I tell myself...

But my heart tickles when I see you smile,
this is not right....,
But slowly I can't afford to share you with others,
this is not right,
But I like it when you touch me,
this is not right,
But I enjoy the conversation, more than in a casual way,
this is not right
none of these were right,
nothings right.

20090703

Meet Mr. Peter Sidwell...


Saya pengen ngajak temen2 pembaca blog saya untuk kenalan dengan salah satu tamu cara Overseas Singaporean Get-Together kemarin yang benar2 meninggalkan kesan cukup mendalam di ingatan saya. Namanya Peter Sidwell, kelahiran Inggris yang akhirnya mengganti kewarga-negaraan nya menjadi orang Singapura.

Masih saya ingat jelas ketika suatu hari ada yang menelfon saya dengan suara lemah bergetar khas lanjut usia tapi dengan kharisma yang meminta saya untuk me-register namanya sebagai seorang Singaporean (orang Singapura) yang berdomisili di Batam. Aksennya masi sangat "British" dan dari namanya saya udah nebak, ini pasti bukan asli orang Singapur. Pemilihan bahasa yang dia pilih juga menunjukkan kalo dia adalah orang terpelajar, dan semenjak saya tau dia terlalu lemah dan harus terus duduk di kursi roda, saya semakin penasaran ingin bertemu muka dengan dia, sekedar ingin tau bagaimana rupa Mr. Sidwell dan ngobrol.

Kesempatan itu datang ketika saya mengundang dia untuk datang ke acara Overseas Singaporean Get-Together, dia begitu antusias nanggapin undangannya, saya jadi terkena imbas senangnya. Yes ! Yes! Mr. Sidwell datang! Dia bertanya apa dia boleh membawa care-taker dia (sejenis suster gitu..) dan apa ada lift yang bisa membawa dia ke venue nya karena dia tidak bisa naik tangga dengan kursi roda nya (FYI: ada kok... hehe).

Ketika hari "H" dia dateng, saya sudah antusias menyambut dia. Saya panggil Pak Konjen untuk bilang kalo Mr. Sidwell adalah tamu kita yang paling tua, Pak Konjen juga ikutan nyambut dia. Karena saya harus berkenal2an dengan tamu2 lain, saya ga bisa langsung ngobrol dengan Mr. Sidwell, tapi sesekali saya melihat kearah dia.

Waktu lagi ngeliat kearah dia, saya trenyuh. Mr. Sidwell yang ringkih lagi berusaha ngasih kartu nama-nya kepada salah satu pengusaha tapi tak digubris karena pengusaha itu juga lagi sibuk ngobrol dengan orang lain. Jadilah tangan ringkih itu melayangkan kartu nama di udara menunggu untuk diacuhkan. Langsung saya jalan kearah meja Mr. Sidwell dan saya ajak kenalan, kartu nama yang semula melayang2 tak jelas di udara dia berikan ke saya. Saya sambut dengan senyum lebar.

Dengan suaranya yang bergetar dan cukup lemah (tapi masi kelihatan semangatnya), dia cerita kalo dia senang sekali diundang ke acara ini karena 5 tahun terakhir dia tidak punya teman karena limitasinya bersosialisasi diakibatkan dari umurnya yang senja dan berada di kursi roda. Selama itu juga dia tidak pernah memakai bahasa Inggris padahal dia kangen berbicara pake bahasa asalnya. Dia cerita bahwa istrinya sudah meninggal 12 tahun lalu tapi dia tetap ingat hari pernikahan mereka jatuh 1 hari sebelum hari jadi Singapura.

Yang bikin saya tambah trenyuh itu ternyata sebelum dia datang ke acara saya, dia sempat terjatuh dan terbalik dari kursi rodanya dan kepalanya terbentur di kantor Imigrasi (yang cukup ramai dan pasti banyak orang yang liat) tapi dia bersyukur dia tidak apa2. Keadaan medis yang cukup mahal membuat dia ragu untuk check-up ketika saya sarankan untuk perika ke dokter karena terbentur di kepala. Dia bilang dia senang bisa berada di kerumunan orang2 dan pengen ngobrol dengan banyak orang dan berkenalan. Lantaran itu, tiap kali ada tamu yang ajak saya ngobrol selalu saya bawa kenalan juga dengan Mr. Sidwell. Maaf loh, tamu2 terhormat, Mr. Sidwell ini tamu kehormatan saya, semua harus kenalan dulu sama dia.


Ngobrol dengan Mba Ris


Mr Sidwell dan susternya


Ketika acara sudah selesai dan kami para staff mau makan malam sementara Mr. Sidwell masih menunggu taxi jemputannya, saya sengaja memilih untuk duduk di meja Mr. Sidwell dan akhirnya dia dikelilingi oleh staff Konsulat Singapura dan juga duduk di samping Pak Konjen, orang yang daritadi dia banggakan. Saya sempatkan juga untuk mengambil foto dia dengan Pak Konjen yang dengan semangat dia minta untuk saya kirimkan fotonya ke emailnya.


Dengan Pak Konjen


Saya coba scan kartu nama dia ke blog ini tapi scannernya bermasalah, jadi saya tuliskan saja yah disini:

PETER SIDWELL
English Language Consultant http://www.insomnia2008.webs.com/frenglish

IMPROVE YOUR ENGLISH WITH ME FREE - TELL YOUR FRIENDS

Alamat: (saya tidak akan tulis disini)
Tel: (saya tidak akan tulis disini)

I also need a computer literate, English speaking PARTNER




Tau ga apa konklusi yang saya tarik dari kartu nama ini...? He just need someone to talk to... *hati tambah trenyuh*
Dengan Mba Ris, saya janjian untuk suatu hari nanti memanfaatkan weekend saya untuk berkunjung kerumahnya, setidaknya lebih produktif dan berguna daripada ke mall atau ke cafe. Ada yang mau ikutan?

20090702

Overseas Singaporean Get-Together

Kemarin itu kantor ku (Consulate of Singapore) buat acara dinner Overseas Singaporeans Get-Together yang objektifnya buat ngumpulin orang2 Singapore yang kerja di Batam buat saling mengenal, networking sekaligus memperkenalkan ke mereka kalo kita udah ada di Batam.

Sebelum hari "H", gue selaku "wadrobe/styling division" dari kantor gue uda wanti2 ke semuanya, "Pada pake baju hitam ya... Hitam itu classy... Mau dresscode nya katanya casual juga sebodo amat.. Pokoknya semua harus gaya... Okay? Okay?" Semua ngagguk2... Ok, sip.

Sampai pada hari "H" yakni kemaren, gue ma Mba Ris (buruh Konsulat Singapura juga) uda excited aje ke salon padahal waktunya mepet... Gue mikirnya ya uda ga apa2 secara pas ditanya bisa kesananya, katanya bisa... Yeuuu, sekut dah... Ternyata eh ternyata, sodara2, dia kaga tau cara kesananya dan kita hampir telat sampe ke function nya... Damn, bos gue uda nelfon2 aja, panik kenapa kita belum nyampe... Ya iyalah, secara gue harusnya jadi MC malem itu dan gue telat... Not so fashionably late.. Di kepala gue uda mikir "Prett..., mungkinkah aku akan mendapatkan Surat Peringatan..." Omaigot, aku kan anak baru.. Membaca saja aku sulit...".. Ga terbayang gimana esmosi gue ke Mba Ris, bawaannya pengen gue pites aja... Untung aja dia rada2 innocent face mukanya jd sebel gue cepet mencair liat muka dia..

Nyampe sana, ketemu bos gue, gue uda parno aja... Untungnya disambut dengan senyum... Oh, inspektur... Lega....

Overall event malam itu sukses, sempet ngobrol dengan beberapa tamu kita dan mereka bener2 have fun.. Gue ketemu 2 tamu yang ninggalin kesan di hati gue.. Pertama adalah cowo bernama David, at tender age of 28 dia uda sukses jadi Managing Director sebuah perusahaan besar... Luar biasa banget ya.. Harus belajar banyak dari dia... Dan yang kedua itu adalah seorang manula bernama Mr. Peter Sidwell... Entar tentang dia gue ceritain di postingan berikutnya aja okeng...?

Kelar acara, Mba Ris berbaik hati mau nganterin gue pulang setelah gue minta2 (preet gue kaya pengemis... gara2 lo nih, Mba)... Secara uda hampir jam 10 juga, pulang nae ojek si bisa aja... Ga berbahaya kok, paling2 cuma tiba2 diketemuin entah di ladang mana gitu badan gue uda dimutilasi 12 bagian... Nothing dangerous... (Noted to myself: harus cepet2 beli mobil!)

Gue mikirnya karena tadi uda tersesat harusnya dia uda ngerti dong arah jalannya.. Ternyata eh ternyata, sodara2, kita tersesat lagi! Sukses pake acara lawan arah di jalan one way... Hebat....., bisa terbang...

Pulang rumah gue bersyukur banget bisa nyampe dengan selamat dan bikin noted: lain kali semobil sama Mba Ris harus hati2, minimal gue harus nelfon orang2 terkasih, pamitan.. Mungkin itu terakhirnya kita ngobrol... Haha! Anw, enjoy the picts! =)


FOTO SESYONG


At office, before the event... Qualify for "fashion du jour"....?






Mbayu lagi belajar script buat di panggung


Permisi mas kacamata... Mbayu mau turun panggung dulu...


The ladies of Consulate of Singapore in Batam (tebak Mba Ris yang mana..)



Supir2 andalan... Pak Eko berhianat pake putih ckckck...




The mini size team with big size capability! Tebak Konjen yang mana..

20090630

This little note

Dear Amar,
this is a little note dedicated to you,
a note I'll probably never send you
I'm just gonna put it here in my blog
as a kit to reminisce this feeling I have for you

Back then,
you're just a good friend I adore,
so humble, you amazed me

And yesterday when we met,
oh it's been so long,
I miss you!

You look.... good...,
good enough to stunned me
and gave me the feeling that I thought only exist in
romantic movies or love books

When you starred at me,
I am smitten by your smile, your eyes,
your grace of being a gentleman...

I adore you,
yes I do...
I adore you more than ever...

When I hear your voice thru the invisible wire,
that sleepy sound of yours,
oh, such a pleasant delight!

I know it is unwise to take this feeling further,
yet I strongly convinced that I need not to confiscate
it away...
I'm just,
gonna enjoy it as it is...
And preserve the beauty of it in this little note
that I'll probably never send you...
And continue to remember this as the joy of living.

20090629

You like heels...? OH! Me too!!

Proenza Schouler




Nicholas Kirkwood


Pour La Victoire


Prada
Are we in heaven?

I Hate Goodbye

There are certain things in life that I don't like... Among it all, there's goodbye...
Perpisahan, entar dengan pacar, sahabat ataupun teman biasa untuk waktu yang lama selalu aja meninggalkan sesak di dada... I hate goodbye, I'm sucks with it..

Beberapa Minggu lalu, teman2ku dari band Nidji ngabarin kalo mereka mau ke Batam, I'm so excited karena terakhir ketemu itu setahun lalu di Singapore. Disana juga kita kenalan. Unlike the stereotype of anak band mostly "senga-belagu-muka-lo-pengen-gue-lempar-sepatu", anak2 Nidji bereserta crew-nya adalah anak2 band paling humble dan friendly yang perna gue kenal.

Okay, back to mereka mau ke Batam. Gue, Vele (manager Nidji), Rama (gitaris) dan Adri (drummer) uda saling ber-contact2 bakal ketemuan, kinda miss them!

Sampe pada hari H, gara2 EO acaranya payah dan ga profesional, Nidji yang harusnya datang pagi, jadinya malah dateng sore dan show yang harusnya dimulai jam 7 ngaret sampe jam 10 gara2 EO nya bahkan ga siapin sound system dan check sound... Bad Bad EO, jelek banget sampe gue tergoda buat nyebutin namanya di blog ini.. Huuh!

During check sound, Adri masi sempet ketemuin gue dan temen2 dan tetap se-humble yang gue kenal. Dan sebelum manggung dia dan Rama juga sempet ngobrol2 sama gue, liatin mereka jadi nostalgia pas di Singapore. Karena Vele si manager lagi bed rest di Jakarta karena tifus (get well soon yah, Vele.. =), kayanya sibu2knya digantiin sama Riri yang juga friendly banget. Bareng sama mereka, gue dan temen2 nonton nya di samping panggung. Sesekali aku ke area buat jurnalis buat foto2in mereka.

Rama kadang2 masi sempetin liatin camera gue sambil melet dan senyum. Kita juga sempet acung2an jempol dan Nidji emang stage performance nya gue acungin jempol... Bukan karena temen gue trus gue promosi yak, ini beneran, bagos loh bagooos *aksen jawa medok*

Kelar setelah show, beberapa temen gue cap cus tapi, Richard, my partner in crimes, stays dan kita brangcuts ke hotel nya anak2 Nidji tinggal. Rama dan Riri diajak gue ma Richard makan di tempat ayam goreng yang namanya Lamongan disana kita ngobrol2 banyak dan seru... Salah satu topik hangatnya adalah tentang MC nya yang aneh banget!

Beneran deh tapi, belom perna gue ketemu MC yang bikin semua orang pengen lemparin pentungan ke dia... Ga tau berapa kali dia bilang ke penonton "Yee gela lo'..!" dan ngomong "Yeee, gue uda ketemu Nidji dong... Entar gue bakal bareng sama Nidji dong backstage... Sirik kan lo padaan... Yess sirik dee....", yeeeuk deh mari..... Ini sebenernya mau nge-MC ato mau jadi kaya orang udik belagu baru ketemu artis si? Dasar aneh... Rupanya emang menurut sumber terpercaya, emang MC rese banget, selama dia nemenin si supir jemput di airport juga uda bawel ga terkira dan ngomong uda kaya orang mabok... Another bukti kongkrit kalo EO nya sucks, bahkan mereka ga bisa milih MC yang ga sakit jiwa... ckckckck...


Riri, Rama, Gogo Richard di Lamongan


Tapi at least, the night is over dan most of the time we have a good time.. =) Pas nganterin Rama dan Riri balik hotel, baru deh sesaknya kerasa... Damn, this is goodbye... Kita peluk2an, foto dulu.. Saying goodbye dll... Sedih karena tadi kita supper di Lamongan Adri ga ikut... Sedih juga karena Vele ga ada di Batam karena bed rest... =(

Malemnya baru sempat bertukar kabar dengan Adri dan Riri dan paginya berpamit2an balik Jakarta.


Ga Swensen ga Lamongan yah, De.. hehe


I hate goodbye... And I miss them already!